Blog ini bukan merupakan blog/web resmi dari MINERVA maupun Komunitas MINERVA ( MRC ). Blog ini hanya tempat untuk berbagi info baik tentang produk MINERVA dan komunitas para pecinta MINERVA dan juga kegiatan Club/komunitas otomotif di kota Bandung pada khususnya dan di Indonesia pada umumnya.
WELCOME TO THE MACHINE
Tampilkan postingan dengan label Safety Riding. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Safety Riding. Tampilkan semua postingan

6 Agustus 2010

Aturan lalu lintas untuk siapa ?

Beberapa hari lalu gw lewat di jl. diponegoro, dan pas di lampu merah taman suropati semua pengendara motor dan mobil sangat tertib, ketika lampu merah semua pengendara berhenti di belakang garis zebra cross, tetapi ada seorang polisi yang berhenti di depan garis zebra cross selayaknya orang sipil mengendarai motor yang selalu berhenti di depan garis zebra cross.

Mengapa seorang polisi yang seharusnya memberikan contoh yang baik ke masyarakat malah memberikan contoh yang tidak baik ?
Apa memang sudah menjadi budaya bagi pengendara motor di Jakarta untuk berhenti di depan garis zebra cross ?

Sewaktu gw pergi tugas kerja ke Jogja, gw liat gak ada pengendara motor yang berhenti di depan garis zebra cross sewaktu lampu merah dan tidak ada yang klakson-klakson ketika lampu sudah hijau, gw aja sampe bengong melihat pengendara di Jogja yang sangat tertib, pada hal tidak ada satu orang pun polisi di perempatan lampu merah tersebut, dan gw juga pernah nyebrang di depan Mall Malioboro di zebra cross nya semua pengendara baik mobil dan motor langsung memberi jalan ke penyebrang.
Apakah di Jogja semua pengendara mempunyai SIM melalui prosedur yang benar sehingga lebih sadar akan peraturan lalu lintas ?

Seandainya semua pengendara di Jakarta bisa tertib, alangkah makin indahnya kota Megapolitan ini. Gw bisa prediksi seandainya 5 tahun ke depan pengendara di Jakarta masih belum bisa sadar akan ketertiban lalu lintas, maka jarak tempuh 5 KM di Jakarta akan di butuhkan waktu sekitar 1 jam, maka tidak ada lagi suatu kenyamanan tinggal di Jakarta. Malah Jakarta akan menjadi kota yang di penuhi masyarakat yang kena penyakit stress, darah tinggi, stroke bahkan sakit jiwa.

Sekarang tinggal pilih, mau tertib sejak saat ini atau menjadi masyarakat Jakarta yang sakit jiwa ?

By : Tommy Dwiyanto A.K.A Tommy 2kool
MRC # 301
Humas Web MRC
http://www.facebook.com/note.php?note_id=261142900018 

Safety Riding Equipment


SAFETY RIDING EQUIPMENT


1. HELM
Seperti kita ketahui bahwa kepala adalah bagian paling vital dari anggota badan kita,
celakanya kepala adalah bagian dari tubuh kita yang memiliki resiko tinggi menerima
benturan saat terjadi kecelakaan, untuk itulah wajib menggunakan dengan benar Helm untuk
pengemudi maupun penumpangnya. Helm yang baik adalah secara fisik mampu memberikan
perlindungan menyeluruh pada bagian kepala, seperti pada bentuk Full Face atau Half Face,
sementara untuk untuk helm Cetok, sangat tidak dianjurkan untuk menggunakannya.

2. SEPATU
Banyak yang meremehkan tentang penggunaan sepatu dikala kita mengendarai sepeda motor.
Dihimbau agar menggunakan sepatu saat berpergian dengan sepeda motor, dan
mewajibkannya saat touring.

3. JAS HUJAN
Banyak rupa jas hujan, tapi tahukah anda, bahwa jas hujan model ponco justru membawa
maut bagi pemakainya ?? berkibarnya jas hujan model ponco akan memiliki kemungkinan
tersangkut dengan kendaraan lain, beberapa kasus tentang hal ini sudah terjadi, Tidak
menggunakan jas hujan model ponco.

4. KACA SPION DAN LAMPU PENERANGAN
Dengan kaca spion dan lampu penerangan yang berfungsi baik kita akan mudah memahami
kondisi lalu lintas disekitar kita sehingga memberikan waktu yang cukup untuk bereaksi,
diwajibkan seluruh sepeda motor memiliki kaca spion dan lampu penerangan yang berfungsi
dengan baik.

5. MEMATUHI ATURAN LALU LINTAS
Ada hubungan yang jelas antara keselamatan mengendarai sepeda motor di jalan dengan
mematuhi aturan lalu lintas.

6. SOPAN DAN BERETIKA
Jalan raya bukan hanya milik pengendara sepeda motor, untuk itu diminta agar
mengedepankan sikap saling menghargai kepada sesama pengguna jalan dan mau menolong
sesama pengguna jalan. Terutama sesama club motor yang mengalami hambatan di jalan.

7. MEMATUHI ATURAN TOURING
Untuk keselamatan dan kenyamanan touring, wajib mengikuti prosedur touring.



BEBERAPA TIPS Safety Riding.
· Cek dan jaga selalu kondisi sepeda motor anda, karena anda yang paling mengetahui
kondisi layak dan tidaknya motor anda.

· Biasakan melakukan pengereman dengan menggunakan rem depan dan belakang
bersamaan, dengan penekanan 60 % rem depan, 40 % rem belakang, pada saat
menekan tuas rem depan gunakan 3 atau 4 jari anda, dan posisi tuas kopling tidak
tertekan, latih teknik pengereman ini sehingga ketika mengerem mendadak tidak
terjadi penguncian putaran ban.

· Jangan menikung atau menyalip kendaraan lain, jika anda tidak bisa melihat kondisi
didepan anda.

· Selalu gunakan pakaian yang sesuai, dan mudah dlihat.




Source : Dari berbagai sumber